Viral Pria di Medan Bakar Rak Minimarket demi Curi Uang Kasir Aksi seorang pria yang diduga membakar rak barang di sejumlah minimarket di Medan dan sekitarnya menjadi perhatian setelah rekaman penangkapannya beredar luas di media sosial. Polisi menyebut kebakaran sengaja dibuat untuk mengalihkan perhatian pegawai sehingga pelaku mempunyai kesempatan mendekati laci kasir dan mengambil uang.
Pria tersebut diketahui bernama Ayub, berusia 23 tahun. Ia akhirnya diamankan setelah diduga mencoba menggunakan cara serupa di sebuah minimarket di Jalan Ngumban Surbakti, Kecamatan Medan Selayang, pada Minggu, 6 September 2026. Warga dan petugas keamanan di sekitar lokasi membantu mengamankannya sebelum polisi tiba.
Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan mengatakan penyidik masih mengembangkan perkara tersebut. Polisi menduga tindakan di Ngumban Surbakti bukan kejadian pertama karena cara serupa sebelumnya ditemukan di minimarket kawasan Aksara serta Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Video Penangkapan Menyebar Luas di Media Sosial
Perkara tersebut mendapat perhatian setelah sejumlah rekaman beredar di internet. Salah satu video memperlihatkan seorang pria telah diamankan di depan minimarket, sementara pegawai terlihat berusaha memadamkan api di bagian dalam toko.
Rak yang terbakar dalam rekaman tersebut berada di area produk susu kotak. Pada bagian lain video, pria yang kemudian disebut polisi sebagai Ayub terlihat menangis setelah diborgol di depan toko.
Rekaman lain memperlihatkan tindakan pembakaran di minimarket berbeda. Polisi kemudian menyatakan pola itu sedang diperiksa sebagai bagian dari rangkaian pencurian yang diduga dilakukan tersangka.
Penyidik tidak hanya mengandalkan video viral. Keterangan pegawai minimarket, saksi di sekitar lokasi, rekaman kamera pengawas, serta laporan dari gerai lain juga diperlukan untuk memastikan urutan kejadian.
Hal tersebut penting karena informasi media sosial sering hanya memperlihatkan beberapa menit terakhir dari sebuah peristiwa. Proses hukum tetap membutuhkan bukti yang menunjukkan apa yang terjadi sebelum api muncul, siapa yang melakukan tindakan, serta apakah terdapat barang atau uang yang benar benar diambil.
Kebakaran Disebut Sengaja Dibuat untuk Mengalihkan Pegawai
Menurut keterangan Kapolsek Medan Tembung, tindakan pembakaran diduga dilakukan bukan dengan tujuan utama merusak minimarket, tetapi sebagai pengalihan perhatian.
Ketika pegawai melihat api, perhatian mereka secara alami tertuju pada upaya pemadaman dan keselamatan orang di dalam toko. Pada keadaan tersebut, pelaku diduga bergerak menuju area kasir untuk mengambil uang.
Cara seperti ini membuat perkara tidak dapat dilihat hanya sebagai pencurian biasa. Api di dalam ruang ritel membawa risiko yang jauh lebih luas karena terdapat pegawai, pelanggan, barang mudah terbakar, instalasi listrik, serta akses keluar masuk yang terbatas.
Api yang awalnya berada pada satu rak juga dapat menjalar dalam waktu singkat apabila tidak segera dikendalikan.
Pegawai minimarket kemudian menghadapi dua keadaan sekaligus. Mereka harus menyelamatkan toko dari kebakaran sambil menjaga keamanan uang serta barang dagangan.
“Menurut penulis, penggunaan api untuk menciptakan kepanikan menunjukkan tingkat risiko yang jauh lebih besar daripada nilai uang yang ingin diambil. Api tidak dapat dikendalikan hanya berdasarkan rencana orang yang menyalakannya.”
Pertalite Disebut Sudah Disiapkan Sebelum Aksi
Polisi mengatakan tersangka membawa bahan bakar dalam wadah kecil ketika menjalankan aksinya. Keterangan tersebut menjadi salah satu alasan penyidik melihat pembakaran sebagai tindakan yang telah dipersiapkan, bukan kejadian spontan.
Ras Maju menyebut bahan bakar yang digunakan adalah pertalite. Polisi tidak berhenti pada pengakuan tersebut dan masih mendalami barang bukti serta lokasi lain yang mungkin berhubungan dengan tersangka.
Keterangan mengenai persiapan penting dalam penyidikan karena dapat membantu melihat niat sebelum seseorang memasuki lokasi.
Penyidik juga perlu mencocokkan keterangan tersangka dengan rekaman kamera, waktu kedatangan, barang yang dibawa, serta kesaksian pegawai.
Dalam perkara pidana, pengakuan seorang tersangka bukan satu satunya bukti. Seluruh informasi harus ditempatkan bersama bukti lain agar rangkaian kejadian dapat dibuktikan secara utuh.
Polisi Sebut Ide Diperoleh dari YouTube
Bagian lain yang mendapat perhatian adalah pengakuan tersangka mengenai asal ide melakukan pencurian dengan menciptakan kebakaran.
Kapolsek Medan Tembung menyebut Ayub mengaku mengetahui cara tersebut setelah melihat konten di YouTube. Polisi masih mendalami keterangan itu serta kemungkinan lokasi lain yang pernah didatangi tersangka.
Keterangan tersebut tidak berarti platform digital menjadi penyebab langsung terjadinya kejahatan. Tanggung jawab tetap berada pada orang yang memutuskan menjalankan perbuatan tersebut.
Namun, kasus ini memperlihatkan bahwa materi yang beredar di internet dapat ditiru dengan cara yang berbeda dari tujuan awal pembuat konten.
Informasi mengenai sebuah kejahatan dapat berfungsi sebagai edukasi keamanan, tetapi dapat pula disalahgunakan oleh orang yang mencari cara melakukan tindakan serupa.
Karena itu, proses penyidikan perlu membedakan antara sekadar pernah melihat sebuah video dengan adanya perencanaan yang benar benar dilakukan berdasarkan materi tersebut.
Aksi di Ngumban Surbakti Berakhir karena Kepergok
Percobaan terakhir yang diketahui polisi berlangsung di sebuah minimarket di Jalan Ngumban Surbakti, dekat Perumahan Royal Park, Medan Selayang.
Informasi dari saksi lokal menyebut kejadian berlangsung pada Minggu pagi sekitar pukul 10.54 WIB. Seorang petugas keamanan perumahan bernama Muhammad Salim Lubis mendengar teriakan dari arah minimarket lalu bergerak menuju lokasi.
Ayub kemudian diamankan bersama warga sebelum diserahkan kepada polisi.
Polsek Medan Tembung menerima informasi mengenai penangkapan tersebut dan mengirim personel ke lokasi. Tersangka selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.
Peristiwa itu menjadi titik penting karena polisi kemudian menghubungkannya dengan laporan sebelumnya yang mempunyai cara hampir sama.
Keberhasilan warga serta petugas keamanan menghentikan tersangka juga mencegah situasi berkembang lebih jauh ketika api sudah muncul di dalam toko.
Polisi Menelusuri Dua Minimarket Lain
Penyidik menyebut tersangka diduga pernah melakukan tindakan serupa di minimarket kawasan Aksara, Kecamatan Medan Tembung, dan Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Dua peristiwa tersebut sebelumnya dilaporkan pada akhir Agustus 2026. Menurut polisi, tersangka mengakui mengambil uang dari laci kasir pada dua lokasi tersebut.
Keterangan awal yang dikutip detikSumut menyebut uang yang diambil dari lokasi Sei Rotan sekitar Rp200 ribu, sementara dari kawasan Aksara sekitar Rp1 juta. Polisi masih mengembangkan penyidikan sehingga angka kerugian akhir tetap perlu mengacu pada hasil pemeriksaan dan laporan masing masing korban.
Media lokal lain melaporkan angka berbeda untuk salah satu kejadian di Sei Rotan. Perbedaan tersebut menjadi alasan rincian kerugian tidak sebaiknya dianggap final sebelum penyidik menyelesaikan pencocokan laporan, rekaman kasir, dan keterangan pengelola toko.
Uang Disebut Digunakan untuk Memperbaiki Sepeda Motor
Polisi mengatakan tersangka mengaku membutuhkan uang dan menggunakan hasil pencurian untuk memperbaiki sepeda motor miliknya.
Keterangan tersebut masih merupakan bagian dari pemeriksaan tersangka dan bukan alasan yang menghapus pertanggungjawaban hukum.
Motif ekonomi sering muncul dalam berbagai perkara pencurian. Namun, penyidik tetap harus mengetahui apakah terdapat kebutuhan lain, utang, keterlibatan pihak lain, atau kemungkinan tindak pidana lain yang belum terungkap.
Penelusuran penggunaan uang juga dapat membantu mencocokkan pengakuan dengan waktu kejadian.
Apabila transaksi perbaikan kendaraan dapat ditemukan, informasi tersebut dapat menjadi salah satu bagian pendukung untuk menyusun urutan kegiatan setelah pencurian.
Pegawai Minimarket Menghadapi Risiko Besar
Aksi membakar barang di dalam minimarket menempatkan pegawai pada posisi yang sangat berbahaya.
Ketika api muncul, prioritas pertama adalah melindungi keselamatan manusia. Pegawai perlu memastikan pelanggan menjauh dari sumber api, menggunakan alat pemadam apabila memungkinkan, serta meminta bantuan jika kobaran membesar.
Dalam keadaan tersebut, perhatian terhadap meja kasir tentu dapat berkurang.
Situasi inilah yang menurut polisi diduga sengaja dimanfaatkan tersangka.
Kebakaran di tempat usaha juga berpotensi menghasilkan asap tebal yang dapat mengurangi jarak pandang. Produk plastik, kemasan, rak, serta material lain dapat membuat api berkembang dengan cepat.
Peristiwa di Medan memperlihatkan bahwa prosedur menghadapi kebakaran dan tindak kriminal dapat terjadi dalam waktu bersamaan.
Kamera Pengawas Menjadi Bagian Penting Penyidikan
Minimarket umumnya mempunyai kamera pengawas di beberapa titik seperti pintu masuk, lorong barang, dan area kasir.
Rekaman semacam ini mempunyai nilai besar ketika polisi harus memastikan siapa yang berada di lokasi dan bagaimana urutan tindakan berlangsung.
Dalam kasus Ayub, video dari salah satu lokasi dilaporkan memperlihatkan tindakan yang kemudian dikaitkan dengan pembakaran rak.
Penyidik dapat membandingkan pakaian, ciri fisik, waktu kedatangan, serta pergerakan seseorang di beberapa lokasi.
Apabila terdapat tiga kejadian dengan cara serupa, rekaman dari masing masing gerai dapat membantu menentukan apakah pelakunya orang yang sama.
Data transaksi kasir juga dapat digunakan untuk menghitung jumlah uang sebelum dan setelah kejadian.
Dengan menggabungkan rekaman kamera dan pencatatan penjualan, kerugian dapat dihitung lebih akurat daripada hanya mengandalkan ingatan pegawai.
Tangisan Pelaku Setelah Ditangkap Menjadi Sorotan Warganet
Salah satu bagian video yang paling banyak dibicarakan memperlihatkan Ayub menangis setelah diamankan.
Dalam rekaman tersebut, ia terlihat berada di depan minimarket setelah diborgol. Warga sempat menanyakan perbuatannya, sementara tersangka terlihat menunjukkan ekspresi memelas.
Reaksi seseorang setelah tertangkap tidak menentukan bersalah atau tidaknya seseorang.
Status hukum ditentukan melalui penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di pengadilan berdasarkan bukti.
Video yang memperlihatkan emosi tersangka juga tidak dapat menggantikan proses tersebut.
Dalam pemberitaan perkara pidana, perhatian terhadap potongan video yang menarik sering jauh lebih besar daripada dokumen dan bukti yang sebenarnya menentukan perkara.
Karena itu, informasi utama tetap berada pada keterangan polisi mengenai dugaan perbuatan, bukti, lokasi kejadian, dan perkembangan penyidikan.
Polisi Masih Mencari Kemungkinan Lokasi Lain
Penyidikan belum berhenti pada tiga lokasi yang telah disebutkan.
Kapolsek Medan Tembung mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya minimarket lain yang pernah menjadi sasaran tersangka.
Penelusuran tersebut dapat dilakukan dengan memeriksa laporan kebakaran kecil atau pencurian kasir yang mempunyai ciri serupa.
Polisi juga dapat membandingkan waktu kejadian dengan pergerakan tersangka.
Apabila ditemukan laporan dari wilayah kepolisian lain, koordinasi antarunit diperlukan untuk mengetahui apakah perkara mempunyai hubungan.
Pengembangan seperti ini lazim dilakukan ketika seseorang diduga menggunakan cara yang sama berulang kali.
Pola yang konsisten dapat membantu penyidik menemukan kejadian yang sebelumnya dianggap terpisah.
Kasus Menunjukkan Bahaya Pengalihan Perhatian di Tempat Usaha
Pengalihan perhatian bukan cara baru dalam tindak pencurian. Pelaku dapat menciptakan kebingungan agar pegawai meninggalkan area tertentu.
Namun, penggunaan api membuat tingkat bahayanya meningkat tajam.
Pemilik usaha perlu menempatkan keselamatan pegawai sebagai prioritas utama, bukan memaksa pekerja melindungi uang ketika terjadi kebakaran.
Uang dan barang dapat dihitung kembali. Keselamatan orang yang berada di dalam toko tidak dapat diganti.
Pada saat bersamaan, tempat usaha dapat memperkuat prosedur internal agar tanggung jawab saat keadaan darurat terbagi dengan jelas.
Satu pegawai dapat menangani evakuasi, sementara yang lain menghubungi petugas terkait apabila jumlah personel memungkinkan.
“Menurut penulis, pelajaran terpenting bagi tempat usaha bukan meminta pegawai mempertahankan laci kasir ketika muncul api, tetapi membuat sistem yang memungkinkan keselamatan dijaga tanpa membuka area sensitif sepenuhnya.”
Warga yang Menangkap Tetap Perlu Mengutamakan Keselamatan
Keterlibatan warga membantu menghentikan tersangka di Jalan Ngumban Surbakti.
Namun, menghadapi orang yang diduga melakukan tindak pidana tetap membawa risiko. Masyarakat tidak mengetahui apakah seseorang membawa senjata atau akan melakukan perlawanan.
Pilihan paling aman tetap menghubungi polisi dan membantu dari jarak yang tidak membahayakan apabila keadaan memungkinkan.
Dalam kasus ini, petugas Polsek Medan Tembung segera datang setelah menerima informasi dan membawa tersangka ke kantor polisi.
Warga juga sebaiknya tidak melakukan kekerasan terhadap orang yang sudah berhasil diamankan.
Proses pemeriksaan merupakan kewenangan aparat penegak hukum.
Tindakan main hakim sendiri dapat menimbulkan persoalan baru dan menghilangkan kesempatan penyidik memperoleh keterangan dalam keadaan yang sesuai prosedur.
Status Tersangka Tetap Harus Dibuktikan melalui Proses Hukum
Polisi telah mengamankan Ayub dan memeriksa keterangannya terkait rangkaian kejadian.
Meski demikian, penyebutan dugaan tetap penting sampai pengadilan memberikan putusan yang berkekuatan hukum.
Penyidik perlu menentukan pasal yang dikenakan berdasarkan bukti mengenai pencurian, pembakaran, kerusakan barang, serta risiko yang ditimbulkan.
Setiap lokasi juga dapat mempunyai laporan dan kerugian berbeda.
Karena itu, satu rangkaian perbuatan dapat menghasilkan pemeriksaan terhadap lebih dari satu kejadian.
Pihak minimarket dapat menyerahkan data kerugian berupa uang kas maupun barang yang terbakar.
Rekaman kamera, barang bukti, keterangan saksi, dan hasil pemeriksaan tersangka kemudian menjadi bagian dari berkas perkara.
Minimarket Perlu Memeriksa Kembali Prosedur Keadaan Darurat
Kasus di Medan memberi alasan bagi pengelola toko ritel untuk mengevaluasi kesiapan menghadapi kebakaran kecil yang sengaja diciptakan.
Alat pemadam api ringan harus tersedia dan dapat dijangkau pegawai. Petugas juga perlu mengetahui cara menggunakannya tanpa menempatkan diri terlalu dekat dengan kobaran.
Akses menuju pintu keluar tidak boleh tertutup barang.
Selain itu, sistem kasir perlu memiliki prosedur pengamanan yang dapat diterapkan ketika pegawai harus meninggalkan meja secara mendadak.
Kamera pengawas harus berfungsi dan mempunyai penyimpanan yang cukup karena rekaman dapat menjadi bukti ketika terjadi tindak kriminal.
Pelatihan pegawai tidak harus hanya membahas pencurian atau kebakaran secara terpisah. Kasus Medan memperlihatkan dua keadaan dapat sengaja dibuat terjadi bersamaan.
Penyidikan Masih Berkembang Setelah Video Viral
Polisi sampai Selasa, 8 September 2026 masih menyatakan perkara tersebut dalam tahap pengembangan.
Penyidik menelusuri kemungkinan lokasi lain, memeriksa cara tersangka beraksi, serta mencocokkan pengakuan dengan laporan dari beberapa minimarket.
Keterangan bahwa tersangka belajar dari konten YouTube juga menjadi bagian yang dicatat polisi, tetapi fokus utama tetap pada tindakan yang diduga dilakukan di setiap tempat.
Untuk dua lokasi terdahulu, polisi menyebut telah terdapat uang kas yang diambil. Pada kejadian Ngumban Surbakti, upaya tersebut gagal setelah tersangka kepergok dan diamankan warga.
Rekaman yang viral akhirnya membantu perhatian publik tertuju pada kasus tersebut, tetapi pekerjaan terbesar tetap berada pada penyidik yang harus membuktikan setiap kejadian satu per satu.
Pemeriksaan berikutnya akan menentukan apakah tiga lokasi yang sudah diketahui merupakan keseluruhan rangkaian perbuatan atau masih terdapat gerai lain dengan ciri kejadian serupa yang belum dikaitkan dengan tersangka.

Comment