Hubungan Stevie Nicks dan Lindsey Buckingham adalah salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah musik, penuh dengan cinta, konflik, musik, serta perpisahan yang justru melahirkan karya karya abadi. The Mercury News pernah menyoroti perjalanan emosional keduanya dengan sorotan mendalam, karena begitu banyak dinamika hidup Stevie dan Lindsey yang tidak hanya mengubah kehidupan pribadi mereka tetapi juga masa depan Fleetwood Mac.
Kisah cinta ini tidak pernah sederhana. Apa yang dimulai sebagai hubungan romantis antara dua musisi muda berbakat berubah menjadi perjalanan panjang sebagai rekan band, rival kreatif, partner spiritual, sekaligus dua jiwa yang tidak bisa benar benar lepas satu sama lain, meski hubungan asmara sudah lama berakhir.
โBeberapa hubungan tidak pernah selesai. Mereka hanya berubah bentuk, tetapi tetap menjadi bagian dari diri kita.โ
Artikel ini menyajikan timeline lengkap hubungan Stevie Nicks dan Lindsey Buckingham selama bertahun tahun, dari awal bertemu hingga perjalanan mereka yang kembali saling bersinggungan dalam panggung panggung musik.
Awal Pertemuan Saat Masih Remaja
Sebelum menjadi legenda rock, Stevie Nicks dan Lindsey Buckingham adalah dua remaja yang bertemu secara kebetulan di sekolah menengah. Tidak ada yang membayangkan bahwa pertemuan sederhana itu menjadi awal kisah puluhan tahun yang memengaruhi jutaan orang.
Stevie sejak awal sudah memiliki suara unik yang diarahkan pada dunia folk dan rock. Lindsey terkenal sebagai gitaris jenius yang suka melakukan eksperimen. Mereka menemukan kecocokan artistik yang membuat mereka mulai tampil bersama dalam berbagai acara kecil.
Hubungan romantis mereka tumbuh natural. Tidak tergesa, tidak dipaksa. Hanya dua orang yang menemukan kenyamanan dalam musik dan satu sama lain.
โKetika kami bernyanyi bersama, rasanya seperti kami berbicara bahasa yang hanya dimengerti kami berdua.โ
Memulai Perjalanan Musik Serius
Setelah keluar dari band pertama mereka, Fritz, pasangan ini berani mengambil risiko besar. Mereka merekam album Buckingham Nicks pada tahun 1973. Meski tidak sukses besar secara komersial, album itu menjadi pintu bagi perjalanan mereka.
Masa ini adalah masa sulit. Keuangan terbatas, tempat tinggal berpindah pindah, dan tekanan hidup mulai menguji hubungan mereka. Namun cinta dan ambisi yang sama membuat mereka bertahan.
Album itu akhirnya membuka jalan ketika Mick Fleetwood mendengar permainan gitar Lindsey dan ingin merekrutnya untuk bergabung dengan Fleetwood Mac. Lindsey bersedia hanya jika Stevie ikut.
Keputusan itu mengubah sejarah musik selamanya.
Ketika Cinta dan Panggung Membawa Luka Baru
Kesuksesan Fleetwood Mac datang sangat cepat. Namun popularitas membawa tekanan luar biasa pada hubungan Stevie dan Lindsey. Lagu lagu yang mereka ciptakan membawa pesan yang kadang terlalu dekat dengan rasa sakit pribadi.
Pada masa rekaman album Rumours, hubungan mereka kandas. Yang ironis, justru album yang lahir dari perpisahan itu menjadi salah satu album terlaris sepanjang sejarah.
Stevie menulis Dreams.
Lindsey menulis Go Your Own Way.
Dua lagu berbeda, dua hati yang sama sama terluka.
Para penggemar bisa merasakan bagaimana keduanya menyanyikan lagu tentang patah hati sambil berbagi panggung setiap malam. Tidak ada hubungan musisi lain yang kisahnya begitu telanjang di depan dunia.
Bertahan sebagai Teman Teman Band
Setelah resmi berpisah, Stevie dan Lindsey tetap berada dalam band yang sama. Mereka harus bekerja sama, menyusun harmoni, berbagi ruang, meski hati mereka sudah pecah.
Pada tahap ini, hubungan mereka bertransformasi.
Bukan lagi sebagai kekasih, tetapi sebagai dua seniman besar yang mengerti bahwa karya mereka akan lebih kuat ketika digabungkan.
Stevie sering mengakui bahwa meski mereka tidak lagi bersama, musik yang mereka buat bersama sulit tergantikan. Lindsey pun beberapa kali menyatakan bahwa Stevie tetap menjadi inspirasi dalam hidupnya.
โKami mungkin tidak cocok sebagai pasangan, tapi kami ditakdirkan untuk membuat musik bersama.โ
Periode Ketegangan dan Jarak
Tidak semua masa setelah perpisahan terasa damai. Semakin besar band mereka, semakin besar tekanan dan perbedaan pendapat. Lindsey fokus pada musikalitas teknis, sementara Stevie lebih intuitif dan puitis.
Beberapa tahun, mereka hampir tidak berbicara. Ada masa ketika hubungan profesional pun penuh gesekan.
Namun setiap kali mereka kembali ke panggung, semua itu seolah memudar. Energi yang mereka keluarkan dalam penampilan justru menjadi bukti betapa dalamnya koneksi mereka.
Reuni dan Babak Baru yang Lebih Dewasa
Ketika Fleetwood Mac melakukan reuni besar pada 1990an dan 2000an, para penggemar melihat Stevie dan Lindsey berada di panggung bersama lagi seperti dua jiwa yang sudah melalui banyak hal tetapi tetap memahami satu sama lain.
Mereka sudah tidak memaksakan hubungan romantis. Sebaliknya, mereka menemukan kenyamanan baru sebagai dua manusia yang dihormati dan dikagumi satu sama lain.
Adegan adegan kecil di panggung, seperti Lindsey memetik gitar sambil menatap Stevie, atau Stevie menggenggam mikrofon dengan senyum kecil ke arahnya, membuat banyak penggemar percaya bahwa cinta masa lalu itu tidak benar benar mati.
Perbedaan Terakhir dan Berpisah sebagai Rekan Band
Pada 2018, hubungan mereka kembali retak. Ketegangan internal dalam band menyebabkan Lindsey dikeluarkan dari Fleetwood Mac, dan publik kembali melihat bagaimana hubungan Stevie dan Lindsey tidak pernah benar benar stabil.
Namun meski keputusan itu kontroversial, kedua pihak tetap mengucapkan hal hal yang menggambarkan rasa hormat satu sama lain.
Stevie menyebut Lindsey sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
Lindsey menyebut Stevie sebagai inspirasi yang tidak pernah hilang.
Meskipun jalur profesional mereka berpisah, sejarah mereka tetap hidup.
Mengapa Cerita Mereka Tidak Pernah Membosankan
Stevie Nicks dan Lindsey Buckingham bukan sekadar pasangan yang putus lalu tetap bekerja bersama. Mereka adalah contoh bagaimana dua manusia yang saling mencintai begitu dalam dapat berubah hubungan tanpa menghapus masa lalu.
Alasan publik selalu tertarik pada cerita mereka:
- Mereka jujur dalam musik.
- Mereka berani membuka luka untuk dijadikan karya.
- Mereka tetap menghargai satu sama lain meski konflik tak terelakkan.
- Mereka membuktikan bahwa cinta tidak selalu berarti bersama selamanya.
โBeberapa orang tetap tinggal selamanya, meski tidak lagi menggenggam tangan kita.โ

Comment