Dalam dunia WWE, drama yang terjadi di balik panggung sering kali sama intensnya dengan yang disajikan di dalam ring. Kali ini, sorotan tertuju pada John Cena, ikon WWE yang kembali mencuri perhatian setelah mantan lawan mainnya dalam storyline lama mengungkapkan rasa kecewa karena merasa tidak diberikan porsi yang cukup ketika berduet ataupun berkonflik dengannya di layar televisi WWE.
Meskipun ini semua berada dalam konteks hiburan dan drama khas WWE, percikan emosional itu tetap membuat publik heboh. Banyak penggemar yang membicarakannya, sebagian membela Cena, sebagian lainnya memahami rasa frustrasi lawan mainnya.
Artikel panjang ini membongkar bagaimana isu tersebut muncul, siapa yang terlibat, apa yang membuat masalah ini berkembang, serta mengapa Cena dianggap “dipecahkan” secara emosional dalam narasi yang dibangun oleh WWE.
“Dalam WWE, kadang sebuah kata yang terlontar bisa lebih menyakitkan daripada pukulan yang mengenai rahang.”
Kembalinya John Cena Yang Memicu Banyak Reaksi
John Cena telah menjadi wajah WWE selama bertahun tahun. Ketika namanya diumumkan akan kembali untuk beberapa episode Raw dan SmackDown, atmosfer langsung berubah. Penonton memadati arena hanya untuk melihat entrance khasnya yang fenomenal.
Namun kembalinya Cena tidak hanya membawa nostalgia. Ia secara tidak langsung menghidupkan kembali luka lama dalam storyline antara dirinya dan seorang mantan bintang WWE yang pernah ia hadapi bertahun tahun lalu.
Dalam wawancara promo di ring, Cena menyebut bahwa “beberapa nama besar dulu tidak mampu memanfaatkan panggungnya, dan itu bukan salahku.” Kalimat itu menyulut kemarahan mantan lawan mainnya yang merasa Cena meremehkannya.
Mantan Lawan Utama Yang Merasa Terpinggirkan
Bintang WWE yang merasa tersinggung tersebut pernah menjadi rival Cena dalam sebuah feud yang besar pada eranya. Dalam storyline saat itu, ia merasa tidak diberi kesempatan untuk berkembang. Ia bersuara melalui promo tajam beberapa hari setelah komentar Cena viral.
Ia mengatakan bahwa Cena “tidak pernah benar benar membuka ruang bagi orang lain,” dan bahwa banyak pegulat lain yang kesulitan berkembang karena sorotan terlalu tertuju pada Cena.
Tentu saja, ini adalah bagian dari narasi WWE, namun penggemar langsung terpancing. Debat pun memanas antara mereka yang percaya lawan main Cena benar dan mereka yang tetap mendukung sang legenda.
Cena Terlihat Terkejut Dalam Promo Backstage
Dalam sebuah segmen backstage, Cena ditampilkan tampak emosional setelah mendengar komentar lawannya itu. Ia tidak mengeluarkan kata kata, hanya menunduk dan berjalan pergi.
Segmen itu langsung membuat fans berspekulasi bahwa WWE sedang membangun cerita baru tentang Cena yang “dipecahkan” secara mental oleh kritik lawan lamanya. Ini bukan Cena yang biasa mereka lihat. Ia biasanya selalu tegar, selalu siap membalas kata kata dengan semangat.
Namun kali ini berbeda. Cena tampak rapuh.
“Kekuatan seseorang tidak selalu terlihat dari serangannya, tetapi dari bagaimana ia menahan beban kata kata.”
Mengapa Komentar Itu Terasa Sangat Menyerang Cena Dalam Cerita
John Cena adalah sosok yang terbiasa menghadapi kritik. Namun dalam narasi WWE kali ini, komentar lawannya diarahkan pada legacy Cena. Lawannya menuduh bahwa Cena hanya peduli pada dirinya sendiri dan tidak memikirkan bagaimana karier orang lain berkembang.
Dalam drama WWE, tuduhan seperti ini lebih menyakitkan daripada serangan fisik. Cena dikenal sebagai mentor bagi banyak talent muda, sehingga ketika mantan rivalnya mengatakan bahwa ia tidak “menempatkan orang lain dengan benar,” hal itu merasa seperti serangan ke inti jati dirinya.
Narasi ini membuat storyline jauh lebih personal dibanding feud Cena sebelumnya.
Reaksi Penggemar Yang Terbelah
Komunitas WWE langsung terbelah menjadi dua kubu.
Kubu Pembela Cena
Mereka percaya bahwa mantan lawan Cena hanya mencari perhatian karena comeback Cena mencuri sorotan. Bagi mereka, Cena adalah pekerja keras yang selalu mengangkat performer lain melalui promo dan match berkualitas.
Kubu Yang Mendukung Lawan Cena
Mereka merasa komentar itu mencerminkan realita di dunia WWE bahwa beberapa bintang besar memang terlalu dominan dalam cerita sehingga bintang lain sulit berkembang.
Debat ini menciptakan percakapan besar di media sosial. Tagline tentang feud ini trending di beberapa negara, dan banyak analis gulat membahasnya seolah ini benar benar konflik dunia nyata.
WWE Memanfaatkan Ketegangan Ini Untuk Membangun Storyline Lebih Dalam
WWE terkenal lihai dalam mengubah ketegangan menjadi storyline besar. Setelah kontroversi ini memanas, WWE mulai menayangkan montage lama konflik Cena dengan mantan lawannya itu. Narasi dibuat untuk menunjukkan bagaimana Cena dan lawannya punya sejarah panjang yang penuh kompetisi dan ego.
Dalam beberapa promo berikutnya, lawan Cena muncul di arena sambil menyebut Cena sebagai “ikon yang rapuh,” menegaskan bahwa Cena telah “pecah” oleh kata katanya.
Cena yang biasanya penuh percaya diri mulai tampil lebih diam. Wajahnya penuh beban. Ini adalah arah karakter yang jarang dilihat fans.
“Pernah ada masa ketika Cena tidak bisa dikalahkan dengan kekuatan, tetapi kini ia dikalahkan dengan kata kata.”
Dampak Drama Ini Terhadap Roster WWE
Feud ini tidak hanya melibatkan dua orang. Karena storyline berkembang pesat, beberapa superstar lain mulai memberikan komentar mereka. Ada yang mendukung Cena, ada yang mendukung lawannya, dan ada pula yang merasa feud ini membuka peluang bagi mereka untuk ikut masuk ke dalam cerita.
Brand Raw dan SmackDown pun terseret dalam dinamika emosional ini. Superstar yang biasanya tidak terlibat kini tampil dalam segment terkait, membuat feud ini meluas ke arah yang lebih besar.
Beberapa bahkan menduga bahwa WWE sedang menyiapkan storyline multi orang atau bahkan pertandingan besar yang melibatkan banyak tokoh dalam satu panggung.
Cena Akhirnya Membalas Dalam Promo Yang Penuh Emosi
Setelah beberapa minggu diam, Cena muncul di ring dan memberikan promo emosional. Ia mengatakan bahwa komentar lawannya memang menyakitkan, bukan karena benar, tetapi karena cara lawannya mengungkapkannya.
Cena mengaku bahwa ia selalu melakukan yang terbaik untuk mengangkat performer lain, dan bahwa apa yang fans lihat dalam ring selalu merupakan kerja sama, bukan upaya menyingkirkan orang lain.
Namun yang membuat penonton terdiam adalah ketika Cena mengatakan bahwa kata kata lawannya itu membuatnya “meragukan dirinya sendiri untuk pertama kalinya dalam kariernya.”
Ini membuat storyline naik ke level lebih dramatis.
Lawan Cena Menanggapi Dengan Senyuman Sinis
Beberapa hari setelah promo Cena, lawannya muncul dan menegaskan bahwa ini bukan soal kebencian, tetapi soal kebenaran. Ia mengatakan bahwa Cena perlu mendengar kritik itu agar berhenti merasa dirinya selalu benar.
Ia bahkan menyatakan bahwa melihat Cena “terpecah” bukanlah tujuan, melainkan konsekuensi dari kenyataan yang selama ini Cena hindari.
Narasi ini membuat penonton semakin penasaran apakah ini akan mengarah pada pertandingan besar antara keduanya.
“Kadang musuh terbaik bukan yang membencimu, tetapi yang membuatmu bercermin pada dirimu sendiri.”
Potensi Arah Storyline Kedepan
Banyak rumor menyebut bahwa storyline ini akan berlanjut ke event besar WWE. Ada kemungkinan Cena akan menghadapi lawannya dalam sebuah pertandingan klimaks yang mempertemukan emosi, sejarah, dan harga diri.
Beberapa prediksi storyline antara lain:
- Cena mencari rekan untuk melawan kelompok lawannya
- Cena melakukan perjalanan karakter menuju “pembuktian diri”
- Lawannya mengklaim posisi sebagai generasi baru yang menggantikan Cena
- WWE menyiapkan pertandingan besar bertema legacy
Penggemar menantikan apakah Cena akan bangkit atau tetap berada dalam tekanan emosional yang membuat dirinya “pecah” dalam storyline.

Comment