Hampir dua dekade berlalu sejak Badai Katrina menghantam New Orleans dan mengubah kota itu selamanya. Ketika seorang pembuat film kembali menginjakkan kaki di kota tersebut untuk proyek dokumenter terbarunya, ia tidak datang dengan daftar pertanyaan panjang atau naskah wawancara yang kaku. Ia hanya berjalan, mendengar, dan mencatat. Anehnya, dari lingkungan ke lingkungan, dari kafe kecil hingga beranda rumah tua, hampir semua orang menyampaikan kalimat yang serupa. Kalimat itu bukan tentang badai semata, melainkan tentang bagaimana kota ini hidup dengan ingatan dan luka yang belum sepenuhnya sembuh.
“New Orleans tidak pernah benar benar pulih, tapi kami tidak pernah berhenti berjalan.”
Kota yang Menyimpan Ingatan di Setiap Sudut Jalan
New Orleans adalah kota yang ingatannya tertanam pada arsitektur, musik, dan aroma masakan. Hampir 20 tahun setelah Katrina, bekas bekasnya masih bisa dirasakan, meski tidak selalu terlihat. Pembuat film itu menyadari bahwa setiap sudut jalan menyimpan cerita yang berbeda, namun benang merahnya sama.
Warga lokal sering menunjuk bangunan yang tampak biasa sambil berkata bahwa di sanalah air pernah mencapai atap. Ada yang menyebutkan tanggal dan jam dengan presisi mengejutkan, seolah kejadian itu baru kemarin. Ingatan kolektif ini menjadi bagian dari identitas kota yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari hari.
Pertanyaan yang Selalu Datang dari Warga
Setiap kali pembuat film itu memperkenalkan dirinya dan menjelaskan alasannya datang, ia menerima pertanyaan yang hampir sama. Orang orang bertanya apa yang ingin ia cari dan mengapa baru sekarang kembali. Lalu mereka menambahkan kalimat yang konsisten.
Mereka mengatakan bahwa cerita tentang Katrina sering disederhanakan. Media datang, merekam kehancuran, lalu pergi. Yang tertinggal adalah warga yang harus membangun kembali hidup mereka dari nol. Kalimat yang sama muncul berulang kali dalam variasi berbeda.
“Ceritakan bagaimana kami bertahan, bukan hanya bagaimana kami tenggelam.”
Luka yang Tidak Selalu Terlihat
Bagi banyak warga, Katrina bukan hanya peristiwa alam, melainkan titik balik hidup. Ada yang kehilangan rumah, ada yang kehilangan anggota keluarga, dan ada yang kehilangan rasa aman. Pembuat film itu mendengar kisah tentang trauma yang muncul dalam bentuk mimpi buruk saat hujan deras atau angin kencang.
Luka ini tidak selalu terlihat oleh pengunjung. Kota tampak ramai, penuh musik, dan wisatawan berlalu lalang. Namun di balik senyum ramah, banyak warga menyimpan rasa kehilangan yang belum sepenuhnya terurai.
Perubahan Demografi yang Mengubah Wajah Kota
Hampir 20 tahun berlalu, New Orleans tidak lagi sama. Beberapa lingkungan berubah drastis. Rumah rumah baru berdiri berdampingan dengan bangunan kosong. Harga properti melonjak di beberapa area, mendorong warga lama pindah lebih jauh.
Pembuat film itu mencatat bagaimana warga lama sering menyebut perubahan ini dengan nada pahit. Mereka merasa kota dibangun kembali tanpa sepenuhnya mempertimbangkan mereka yang paling terdampak.
“Kami selamat dari badai, tapi hampir kalah oleh pembangunan.”
Musik sebagai Bahasa Penyembuhan
Di setiap wawancara, musik selalu muncul sebagai elemen penting. New Orleans dikenal sebagai kota musik, dan setelah Katrina, musik menjadi alat penyembuhan kolektif. Dari jazz funeral hingga konser jalanan, nada nada itu menjadi cara warga mengekspresikan duka dan harapan.
Pembuat film itu merekam bagaimana musisi lokal berbicara tentang peran mereka. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menjaga ingatan tetap hidup.
Anak Anak yang Tumbuh dengan Cerita Katrina
Menariknya, banyak anak muda yang lahir setelah Katrina tumbuh dengan cerita tentang badai itu. Mereka tidak mengalaminya langsung, tetapi dampaknya membentuk kehidupan mereka. Sekolah, lingkungan, dan bahkan pilihan karier sering kali dipengaruhi oleh cerita orang tua.
Pembuat film itu mendengar bagaimana generasi ini memandang Katrina sebagai bagian dari identitas mereka, meski tidak pernah melihat air bah itu sendiri.
Ketidakpercayaan terhadap Janji Besar
Hampir semua orang yang diwawancarai menyampaikan skeptisisme terhadap janji besar dari luar. Mereka mengingat janji bantuan, rekonstruksi cepat, dan perhatian nasional yang perlahan memudar.
Kalimat yang sama muncul dengan nada berbeda. Mereka tidak lagi menunggu diselamatkan. Mereka lebih percaya pada komunitas dan jaringan lokal.
“Kami belajar bahwa yang datang untuk tinggal hanyalah kami sendiri.”
New Orleans sebagai Simbol Ketahanan
Bagi pembuat film itu, pesan yang paling kuat adalah ketahanan. Warga tidak menyangkal penderitaan, tetapi mereka juga menolak didefinisikan olehnya. Mereka berbicara tentang bagaimana kota ini selalu bangkit, tidak hanya dari Katrina, tetapi dari sejarah panjang bencana dan ketidakadilan.
Ketahanan ini tidak romantis. Ia penuh kelelahan, kompromi, dan perjuangan sehari hari. Namun justru di sanalah kekuatannya.
Wisata dan Ingatan yang Berjalan Berdampingan
Pariwisata kembali ramai di New Orleans. Festival, makanan, dan musik menarik jutaan pengunjung. Namun bagi warga, ada ketegangan antara merayakan kehidupan dan menjaga ingatan.
Pembuat film itu menyadari bahwa banyak warga ingin pengunjung menikmati kota, tetapi juga memahami konteksnya. Mereka ingin cerita tentang Katrina disampaikan dengan hormat dan kedalaman.
Kalimat yang Terus Terulang
Setelah berhari hari wawancara, pembuat film itu menyadari satu hal. Hampir semua orang mengatakan hal yang sama dengan cara mereka sendiri. Mereka ingin dunia tahu bahwa Katrina bukan hanya cerita masa lalu.
Kalimat itu bukan keluhan, melainkan permintaan agar cerita disampaikan dengan jujur.
“Jangan datang hanya untuk melihat apa yang rusak. Lihat juga apa yang masih berdiri.”
Sebuah Kota yang Hidup dengan Ingatan
Hampir 20 tahun setelah Katrina, New Orleans adalah kota yang hidup berdampingan dengan ingatannya. Ia tidak melupakannya, tidak juga terjebak di dalamnya. Pembuat film itu pulang dengan ratusan jam rekaman, tetapi juga dengan tanggung jawab besar.
Ia sadar bahwa tugasnya bukan sekadar merekam masa lalu, melainkan menyampaikan suara warga yang masih hidup dengan dampaknya hingga hari ini.

Comment