Batam

Pembangunan Rumah Gadang Centre (RGC) di Kota Batam: Waspada Terhadap Upaya Pengambilalihan Lahan

×

Pembangunan Rumah Gadang Centre (RGC) di Kota Batam: Waspada Terhadap Upaya Pengambilalihan Lahan

Sebarkan artikel ini

wajahbatam.co.id, 03 Juli 2024Pembangunan Rumah Gadang Centre (RGC) oleh Yayasan Pagaruyung Batam (YPB) terus berjalan dengan tujuan menjadi wadah budaya dan ekonomi serta ikon kepariwisataan Kota Batam. Ketua Tim Pembangunan RGC, Suharsad, menegaskan bahwa gedung ini akan menjadi pusat kegiatan masyarakat Minang di Batam, tanpa membedakan latar belakang organisasi.

Pembangunan RGC nantinya akan difungsikan sebagai wadah budaya dan ekonomi juga akan menjadi salah satu ikon kepariwisataan kota Batam,” ujar Suharsad. Ia menambahkan bahwa anggaran pembangunan gedung budaya ini bersumber dari kemitraan dan kontribusi masyarakat Minang yang dikumpulkan secara berkala. Pembangunan ini diharapkan rampung pada pertengahan tahun 2025, meskipun kendala bisa saja terjadi.

Namun, dalam perjalanan pembangunan, terdapat kendala yang menghalangi, dimana saat proses pembangunan berjalan, lahan yang akan dibangun dicabut oleh BP Batam yang diduga atas rekomendasi oknum-oknum yang tidak ingin pembangunan itu terjadi. Disinyalir juga bahwa ada unsur-unsur kepentingan pribadi terhadap keberadaan lahan yang telah dibayar lunas UWTO nya.

Hal ini senada dengan pernyataan salah satu tokoh muda Minang, Amri Piliang sebagaimana dilansir dari berita sebelumnya, “Saya tidak menuduh, tetapi diduga kuat aromanya ke arah sana. Oleh karena itu seluruh Urang Tuo, Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, IKA-IKA Kabupaten/Kota se-Sumbar, dan seluruh organisasi Minang yang ada di Kota Batam harus segera duduk bersama dan bertindak menyelesaikan permasalahan ini agar tidak dibiarkan menjadi keruh dan berkepanjangan. Bila perlu, kita adakan Musyawarah Besar Luar Biasa,” tegasnya.

Menyikapi permasalahan itu, para tokoh masyarakat Minang, termasuk Ninik Mamak dan orang tua, juga telah mengetahui adanya organisasi baru yang didirikan oknum tertentu untuk menggagalkan pembangunan Gedung RGC tersebut, dan Masyarakat Minang diharapkan waspada terhadap upaya ini dan tetap bersatu demi kepentingan bersama.

Hal senada juga dikatakan oleh Suharsad yang akrab dipanggil Allan, ketua Pembangunan RGC saat dikonfirmasi kru media ini, “Sangat penting bagi seluruh Tokoh dan masyarakat Minang di Kota Batam untuk mendukung pembangunan RGC yang merupakan milik bersama dan mengutamakan kepentingan kolektif di atas kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, untuk hal ini kami juga telah mengkaji dan mempersiapkan perangkat hukum untuk mengantisipasi kesewenangan pihak BP Batam yang membatalkan sepihak lahan yang telah dimiliki Yayasan Pagaruyung Batam ini“, ungkap Allan.

Allan juga berharap, “agar sesegeranya keorganisasian Urang Minang di Batam ini dikendalikan oleh figur-figur yang serius memikirkan anak kemenakan dikemudian hari, bukan diisi oleh orang yang memiliki misi terselubung yang dapat memecahbelah kerukunan yang selama ini memiliki keharmonisan, khususnya dalam membangun keluarga yang selama ini akur dan tertata baik“, katanya. (S)

Baca juga ….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *