Diduga Ada Oknum Bermain Dalam Pemindahan TPS Berbahaya di Tiban Kampung

0

Batam – Polemik Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) di Tiban Kampung memasuki babak baru. Diduga, oknum di Tiban Kampung menerima uang dari pemilik rumah makan ikan bakar untuk memindahkan TPS lama ke lokasi yang baru.

Pasca korban yang jatuh akibat air limbah TPS Tiban Kampung, semakin banyak berhembus kabar di tengah masyarakat terkait TPS yang sudah banyak memakan korban. Terakhir, Syahlan Siregar (50 tahun) mengalami luka-luka di bagian kepala, bibir, dan tangan.

Menurut salah satu narasumber yang juga tokoh masyarakat Tiban Kampung, ada indikasi oknum di Tiban Kampung menerima uang dari Edi, pemilik rumah makan ikan bakar, untuk pemindahan TPS lama ke TPS sekarang yang berdampingan dengan SDN 010. TPS baru ini telah banyak memakan korban akibat air limbah yang berminyak dan licin.

Narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya ini mengatakan kepada awak media Suarominangtv bahwa pemindahan TPS lama atas permintaan Edi, pemilik rumah makan ikan bakar di samping Supermarket Victoria, karena mengganggu usahanya.

Narasumber mendapatkan informasi langsung dari perantara inisial M, pemilik rumah makan (Edi), dengan pihak Kelurahan Tiban Lama. Namun, M tidak bisa menyebutkan angkanya, berapa jumlah uang yang diberikan dan kepada siapa diserahkan uang tersebut. Tapi dia memastikan Edi memberikan uang untuk pemindahan TPS.

Kronologi Pemindahan TPS Tiban Lama:

2015: TPS Tiban Kampung mulai dibentuk koperasi di masa Addi Harnus menjabat sebagai Lurah Tiban Lama.
2015: Dibentuk koperasi sebagai pengelola sampah oleh Lurah dan Perangkat RT RW se Tiban Kampung.
2015: Ditetapkan iuran pokok sebesar Rp 200.000 per RT.
2015: Ditetapkan uang sampah Rp 10.000 per rumah.
2015: Ditetapkan TPS di pinggir jalan utama.
Polemik Pemindahan TPS:

2023: TPS Tiban Kampung dipindahkan ke lokasi baru, tanjakan terjal dekat SDN 010.
– Rapat pemindahan tidak mewakili masyarakat, hanya beberapa RT, RW, dan tokoh masyarakat.
– Beberapa tokoh masyarakat menolak, termasuk RW 01.

Saksi Rapat Pemindahan TPS:

Inisial A menolak lokasi baru karena dekat dengan sekolah, lokasi terjal, dan lokasi sempit.
Inisial K juga keluar dari rapat karena lokasi baru tidak masuk akal dan tidak memikirkan masyarakat.
Inisial D mengatakan, “Pindahkan aja dulu nanti semua juga akan setuju.”
Seorang RT mengatakan, “Siapa yang mengganggu lokasi itu saya bertanggung jawab.”
Hingga berita ini diterbitkan, uang pemindahan TPS masih menjadi misteri.

Kesimpulan:

Diduga, oknum di Tiban Kampung menerima uang dari pemilik rumah makan ikan bakar untuk memindahkan TPS lama ke lokasi baru yang berbahaya dan tidak ideal. Pemindahan TPS ini dilakukan tanpa persetujuan seluruh masyarakat dan menimbulkan banyak korban. Uang pemindahan TPS masih menjadi misteri.

oleh: (Rizal.Ch)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *