Diduga Pekerja Disembunyikan di Lantai II Saat Adanya Kunjungan Pihak Pemerintah (Disnaker)

Batam – PT. MBJ yang berdomisili di Tanjung Sengkuang, Bengkong Batam telah lama memberlakukan sistem penggajian buruh dibawah UMR. Disamping hal tersebut juga memberikan upah per-dua minggu dengan meniadakan hari libur dan 12 jam kerja perhari. Hal ini diinformasikan oleh pihak masyarakat kepada media wajahbatam.co.id via WhatsApp Kamis, 6 Juli 2023.

Larangan menggaji karyawannya di bawah UMR tertulis dalam Pasal 90 ayat 1 UU Ketenegakerjaan“, namun hal ini tetap berlaku pada salah satu perusahaan di Kota Batam yang menggaji karyawannya sebesar seratus ribu rupiah perhari dengan 12 jam kerja. Disamping hal itu perusahaan juga memberlakukan tidak adanya hari libur yang artinya karyawan bekerja tujuh hari dalam waktu satu minggu dan memberikan upah kepada karyawannya setiap dua minggu sekali. Pihak perusahaan juga telah melakukan tindakan yang tidak pantas kepada karyawan di saat ada kunjungan dari pihak Disnaker Kota Batam, dimana saat adanya kunjugan dari pihak pemerintah seluruh karyawan diperintahkan  naik ke dalam gedung (lantai II), dengan menutup rapat pintunya agar keberadaan mereka tidak diketahui.

Menurut UU Cipta Kerja Pasal 81 ayat (63) berbunyi: “Perusahaan yang membayar upah di bawah UMR, akan dikenai sanksi pidana minimal 1 tahun kurungan penjara, dan maksimal 4 tahun kurungan penjara, dan/atau denda minimal Rp100 juta dan maksimal Rp400 juta”

Dari keterangan yang dihimpun redaksi WB, bahwa perusahaan yang beralamat diseputaran Tanjung Sengkuang, Bengkong tersebut bergerak dibidang produksi kertas. PT. MBJ memiliki lebih kurang 350 karyawan yang diperkirakan hanya 10% saja yang menjadi karyawan resmi dan selebihnya adalah pekerja harian. Menurut sumber tersebut bahwa karyawan juga tidak diberikan pertanggungan kesehatan (BPJS).

Kadisnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti, SH ketika dikonfirmasi WB mengatakan bahwa jam kerja yang diamanahkan dalam UU Ketenagakerjaan adalah 40 jam perminggu atau 179 jam perbulan, jika ada kelebihan dari itu maka perusahaan wajib membayarkan upah lembur kepada pekerja. “Setiap pekerja wajib mengikutsertakan bagi pekerjanya”, tegas Rudi Sakyakirti

Saat berita ini diterbitkan, belum ada jawaban dari pihak perusahaan yang telah dihubungi redaksi WB kepada salah satu leader pekerja dengan inisial HH. (sh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.