Achok: 35 dari 40-an Warga Botania Tergusur Sudah Terima Ganti Rugi

wajahbatam.co.id – Batam | Tuduhan atas penggusuran tanpa ganti rugi yang disampaikan warga tergusur dilahan Botania Kebun keredaksi WB dibantah oleh pihak pengembang, dimana menurut Achok utusan pengembang yang menghubungi WB (31/8), bahwa sudah ada kesepakatan jauh hari dan sudah sebagian warga menerima ganti rugi dan diganti rumahnya.

Dari keterangan yang disampaikan pengembang bahwa lahan tersebut diperoleh oleh Roso dari tahun 1988 dengan dasar surat alas hak (1993). Pada tahun 2005 sekitar 10 orang warga diseputar lahan tersebut minta izin pada Roso untuk menempati lahan tersebut dan diberi izin oleh Roso. Hingga seiring waktu warga memanfaatkan lahan itu untuk berkebun dan hal itupun dengan tanpa meminta sewa atau kontribusi apapun kepada mereka.

Setelah berjalannya waktu, sekitar tahun 2008 ada penambahan penghuni hingga 34 KK yang kemudian melalui (S) yang saat itu adalah RW dilingkungan tersebut,  atas kesepakatan kerjasama dengan Roso. Kehadiran warga tersebut juga dikatakan tanpa sewa dan kontribusi apapun, dengan catatan tidak mempersulit pemilik lahan saat lahan tersebut dibutuhkan.

Lebih jauh Achok mengungkapkan bahwa pada 2019 sudah ada sekitar delapan kali mediasi dengan warga dan berulang menawarkan gantirugi dengan klasifikasi bangunan yaitu, rumah dengan bangunan permanen sebesar 20jt + Kavling 6×10, semi permanen 15jt + kavling 6×10 dan non permanen 10jt + kavling 6×10.

Namun tawaran tersebut tidak direspon positif oleh warga hingga pada bulan Juli 2022 ada kesepakatan pihak perusahaan dan pak Roso yang ditandatangani para pihak pada tanggal 15/8/2022 yang menyatakan kerjasama tim dalam pengosongan lahan.

Lebih lanjut Achok mengatakan pada WB, “Bahwa saat ini sudah 35 dari sekitar 40-an KK yang telah dibayarkan ganti ruginya dan kamipun sudah memiliki dokumen hingga kwitansi penerimaannya, sementara sisa yang belum dibayarkan menyusul setelah pihak perusahaan menyetorkan dananya. Dan ada beberapa warga yang belum dibayarkan ganti ruginya malam ini telah jumpa dengan Roso“, kata Achok menutup pembicaraannya saat dijumpai dibilangan perumahan Cikitsu (rabu malam, 31/8).

Sementara itu ditempat terpisah salah satu korban penggusuran (N) mengatakan pada kru WB via telponnya bahwa sebagai salah satu korban yang belum menerima ganti rugi. Dan juga mengatakan bahwa besok pihak Ditpam BP Batam akan melaksanakan pendataan warga dilokasi tergusur.

Sampai berita ini diterbitkan, kru WB baru menghubungi satu orang warga yang tergusur. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.