Aceh Dipilih Sebagai Tempat Penyelenggaraan Muktamar IDI ke-31 Maret 2022

Gubernur Aceh Nova Iriansyah Dalam Sambutan Kunjungan dan Silaturahmi Bersama Panitia Muktamar IDI XXXI 2022, Banda Aceh

Batam (9/2/2022) – Muktamar ke-31 yang akan diselenggarakan di Aceh menjadi topik menarik dimasa pandemi ini, yang mana IDI (Ikatan Dokter Indonesia) menjadikan transformasi sistem kesehatan nasional sebagai salah satu agenda penting dalam Muktamar yang akan diselenggarakan pada 22—25 Maret 2022 mendatang.

Ketua OC Nasional Muktamar IDI XXXI, Ramlan Sitompul, dalam penyampaiannya mengatakan,

Terpilihnya Aceh sebagai tempat digelarnya Muktamar merupakan suatu proses yang sangat panjang, dimana banyak daerah di Indonesia yang juga menginginkan Muktamar IDI ke-31 ini dapat terselenggara di daerahnya. Nantinya Muktamar itu akan mengangkat tema “Peran Strategis IDI dalam Membangun Kemandirian dan Meningkatkan Ketahanan Bangsa”. Hal ini diungkapkan oleh Ramlan Sitompul, Ketua OC Nasional Muktamar IDI XXXI.

Dikutip dari portal pemprof Aceh dan berbagai media, IDI akan serius dan mendorong kemandirian serta terciptanya ketahanan kesehatan bangsa, khususnya dalam menghadapi ancaman pandemi COVID-19. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IDI Daeng M. Faqih saat menyampaikan sambutan dalam pramuktamar secara virtual yang diikuti dari YouTube MEDI Official di Jakarta, desember silam dalam sebuah jamuan makan malam bersama Panitia Nasional Muktamar IDI XXXI.

Dalam pramuktamar pertama itu dirumuskan berbagai program terkait dengan transformasi kesehatan nasional yang akan diagendakan sebagai rujukan dan masukan bagi pemerintah dimana pelayanan kesehatan di Indonesia agar dapat lebih baik dan tidak tertinggal dari negara lain.

Disampaikan juga Bahwa Dokter harus melakukan transformatie diri mulai dari skill maupun literacy disamping juga harus memperkuat dibidang pembiayaan dalam pelayanan kesehatan sehingga dapat melakukan pelayanan kesehatan dibidang global.

Keberadaan Puskesmas dengan memanfaatkan teknologi mutakhir juga manjadi pembahasan yang hangat dalam misi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Saya kira semua subsistem pelayanan kesehatan harus dilakukan transformasi untuk menghadapi kompetisi pelayanan yang cukup tinggi,” ucap Daeng. [*]

sumber:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.