Warga Resah PT. Bright PLN Batam Lanjutkan Pekerjaan SUTT

Batam – Kisruh pendirian SUTT PT. Bright PLN Batam yang setahun lalu sempat viral dan menimbulkan berbagai kejadian serta polemik di masyarakat kawasan Perumahan Cendana, Puri Melati, Modena Residen dan Bandara Mas ditempat berdirinya jaringan listrik tegangan tinggi tersebut kembali mencuat kepermukaan, hal ini diduga dengan hadirnya puluhan personil Aparat Kepolisian Batam mendampingi pihak Perusahaan dilokasi perumahan tersebut.

Rencana Melanjutkan Pekerjaan SUTT Oleh PT. Bright PLN Batam Kembali Resahkan Warga

Sekretaris AMDAS (Aliansi Masyarakat Terdampak SUTT) Nurhaidah yang kerap dipanggil Nunung menyampaikan kepada Media Wajah Batam dalam sebuah pertemuan di bilangan Batam Centre (Kedai Kopi Bintang Kopi UNIBA), “Kehadiran PT. Bright PLN yang didampingi puluhan aparat kepolisian yang akan melanjutkan pemasangan jaringan kabel listrik di lingkungan perumahan warga kembali membuat masyarakat resah. Masyarakat menilai bahwa permasalahan ini masih ditingkat Kasasi Mahkamah Agung dan belum ada keputusan apapun, jadi masih dalam status quo”, ungkap Nunung.

Nunung menerangkan bahwa sejak terjadinya permasalahan keributan warga dengan pihak yang diduga dari golongan preman yang dikirim oleh pihak PT. Bright PLN melalui kuasa hukumnya saat itu telah dilakukan proses hukum melalui pengadilan Negeri Batam, namun baik Gugatan Pihak Warga maupun Eksepsi pihak PLN ditolak pengadilan Negeri Batam, dan akhirnya pihak warga melanjutkan banding ke Pengadilan Tinggi di Pekan Baru namun juga ditolak dengan hasil yang sama. Sehingga penolakan tersebut dianggap masih belum memiliki kekuatan hukum antara kedua belah pihak.

Keributan Warga VS Pekerja Pemasangan SUTT PT. Bright PLN

Lebih lanjut Nunung yang mewakili warga perumahan di 5 titik pemasangan gardu SUTT tersebut juga menjelaskan bahwa, permasalahan ini juga telah dilanjutkan ke tingkat Kasassi hingga sampai saat ini masih menunggu putusan Kasasi yang tersebut, “Artinya status pemasangan jaringan SUTT oleh PT. Bright PLN Batam itu masih dalam status Quo, dan pihak PLN belum bisa melakukan kegiatan apapun terhadap status pekerjaan yang dilaksanakan tersebut”, lanjut Nunung kepada media WB.

Dari beberapa dokumen yang diperlihatkan Nunung kepada WB dinyatakan bahwa dalam dua bulan kedepan PT. Bright PLN akan melaksakan pekerjaan pemasangan kembali jaringan kabel SUTT dengan alasan pemasangan ini adalar Objek Vital Nasional. Sementara sepengetahuan warga bahwa lokasi pembangunan SUTT yang dikerjakan saat ini seharusnya tidak ada pada titik pemasangan dilingkungan perumahan itu, tapi berada pada titik diseputaran hutan lindung Bandara Hang Nadim dan jalur-jalur yang tidak jauh dari perumahan warga, “Kami memiliki data koordinatnya,” imbuh Nunung.

Nunung menjelaskan bahwa terdapat 5 titik pemasangan yang bermasalah sejak setahun lalu tersebut, yaitu 2 titik di perumahan Cendana, 1 titik di perumahan Modena Residence, 1 titik di Perumahan Puri Melati dan 1 titik di Perumahan Bandara Mas. “Kami menyaksikan bahwa sudah ada pekerjaan yang dilakukan dibeberapa titik akhir-akhir ini”, imbuhnya.

Beberapa warga yang hadir saat pertemuan tersebut juga mengatakan bahwa keresahan warga kembali muncul saat adanya pemasangan plang pengerjaan proyek dilokasi itu yang mereka duga hal tersebut merupakah informasi pembohongan public, ini terlihat jelas pada plang tersebut tertulis berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Pekan Baru Nomor: 135/PDT/2021/PT PBR,Jo No: 22 tertanggal 22 September 2021 yang menolak kedua belah pihak yang akhirnya warga meminta putusan Kasasi ke Mahkamah Agung dengan nomor 30.21.233/AKTA/PDT/2021/PN.BTM Jo. No: 135/PDT/2021/PT PBR. No: 233/Pdt.G/2020/PN Btm.

Ditempat yang sama, salah satu RT yang mewakili salah satu perumahan juga meminta kepada semua pihak baik dari pihak PT. Bright PLN maupun warga agar dapat mengikuti proses hukum yang sedang berjalan dan dapat menahan diri sampai putusan tetap pengadilan mensyahkan perkara ini. beliau juga meminta kepada pihak Aparat kepolisian agar dapat mematuhi proses hukum yang sedang dalam proses Kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia, demikian disampaikan dalam pertemuan dengan media WB. (sh)

Halaman selanjutnya: Jawaban PT. Bright PLN (konfirmasi)

Leave your vote

-3 points
Upvote Downvote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.