Demi Sebuah Rekomendasi Organisasi PAFI, Ibu Hamil 9 Bulan Rela Dihina

Batam – Salah satu anggota PAFI Batam yang dikabarkan hamil 9 bulan harus mengalami tekanan bathin karena mondar mandir mengurus rekomendasi organisasi PAFI Batam yang sangat berguna sebagai salah satu syarat untuk bisa melakukan praktek Kefarmasian disarana tempat bekerja. Pada pertemuan pertama anggota itu mengaku dipaksa oleh oknum Ketua keluar dari Group Muscablub. Tetapi TS bertahan dengan harapan adanya perubahan dan mengharap kepemimpinan yang baik. Alhasil TS pulang dengan tangan hampa tanpa membawa surat rekomendasi yang sangat dibutuhkan.

Pada waktu yang lain, dalam kondisi hamil 9 bulan, TS memaksa diri untuk meminta kembali surat yang dibutuhkannya untuk bekerja, tapi dengan terang-terangan dalam grup organisasi PAFI Batam Oknum Pengurus tersebut mengeluarkan kata-kata yang melukai perasaan TS dengan mengatakan seperti kata-kata “Suamimu Tak Ada Otak”, dan jika ingin pengurusan Rekomendasi tidak dipersulit, maka TS harus bersedia membuat pernyataan terbuka dalam Grup PAFI Batam.

Hal ini disampaikan oleh angota PC PAFI Batam kepada kru media Wajah Batam dalam sebuah pertemuan tak resmi dibilangan Batam Centre, Jum’at (29 Oktober 2021).

Lain halnya dengan kejadian banyak anggota lain, dimana mereka dipaksa untuk membayar uang iuran wajib anggota. Banyak anggota yang telah membayar tapi dipaksa membayar kembali kepadanya karena saat ini adalah kepengurusan mereka, sementara mereka telah menunjukkan bukti pembayaran tapi diabaikan dan diacuhkannya, bahkan hingga ada ancaman dan dipaksa keluar dari grup komunikasi organisasi. Dalam kepengurusan saat ini yang baru berjalan sekitar delapan bulan, ratusan anggota merasakan tekanan dan tidak memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sebagai anggota organisasi, pengakuan dari perwakilan ratusan anggota PC PAFI Batam yang dihadiri sejumlah 5 orang angota aktif dari organisasi profesi yang bergerak dibidang Farmasi.

Kisah diatas Adalah beberapa peristiwa dan kejadian yang dialami oleh anggota PAFI selama dalam kepengurusan baru yang disampaikan kepada Suharsad sebagai penerima kuasa pendamping yang diberikan oleh panitia Muscablub PC PAFI Batam untuk membantu dan mendampingi korban kezaliman pimpinan organisasi kepada anggotanya. “Saya akan berusaha membantu mencarikan jalan keluarnya, karena ini adalah sebuah organisasi yang memiliki AD/ART dan harus ditaati”, ujarnya. “Saya juga akan mengkaji apakah disini juga ada unsur pidana atau lainnya, intinya jika ada pelanggaran hukum, maka Saya akan kejar sampai ke ranah hukum, walaupun itu bukan tugas saya sebagai bagian dari PAFI ini”, ungkap Suharsad dengan wajah jengkel.

read more…

Pengurus PC PAFI Batam 2015-2020 Diduga Gelapkan Uang Organisasi

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Tambahkan ke Koleksi

Tidak ada koleksi

Koleksi saya

id_IDIndonesian