Aksi Unjuk Rasa di PT. PTI Batamindo Punya Cerita

Batam – WAJAHBATAM.CO.ID |Aksi unjuk rasa Karyawan PT Pegatron Technology Indonesia, Batamindo Muka Kuning Batam terkait masalah-masalah perusahaan yang diduga melanggar Undang-undang ketenagakerjaan, Rabu (22/9) lalu menjadi perhatian serius ditengah masyarakat Batam khususnya.

Diketahui masyarakat bahwa karyawan yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) telah menuding pihak perusahaan melakukan tindakan yang membuat mereka sebagai masyarakat Indonesia merasa dijadikan warga pendatang di negeri sendiri. Dimana kerap terjadi dibenturkan dengan para pekerja asing (TKA) karena tidak jelasnya peraturan-peraturan yang ada di perusahaan ini.

Menurut Wakil Sekretaris DPC LEM SPSI Batam, M. Sarbani saat dijumpai wartawan yang dikutip dari berbagai media kota Batam, dalam aksi unjuk rasa itu, para pendemo meminta agar pihak perusahaan memulangkan pekerja (TKA) yang dianggap tidak kompeten. Ditambah lagi adanya para pekerja perempuan yang tengah hamil yang dalam data mereka sekitar dua puluhan dari ribuan pekerja diminta untuk mengundurkan diri secara sepihak. Hal ini telah sering dirujuk oleh Pimpinan Unit Kerja (PUK) kepada perusahaan tapi belum direspon sama sekali. “Sudah se tahun dan dua kali berkirim surat perundingan, tapi tidak direspon”, katanya.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Syaiful Badri juga mengatakan pada media di Kota Batam, “Kami sangat menyesalkan banyaknya kejadian-kejadian di PT Pegatron Technology Indonesia ini. Di perusahaan itu kabarnya sering ada benturan dengan buruh asing (TKA) yang banyak dan selalu merekrut bekerja asing di perusahaan itu.

Halaman selanjutnya….

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.