Kenapa Ya Barang Dagangan Di Bandara Itu Mahal?

Wajahbatam.co.id , Hiburan – Buat yang pernah ke bandara pasti taulah kalau barang-barang yang dijual di bandara itu mahalnya bukan main. Dari pintu masuk aja kita sudah disambut dengan penjual kue dan oleh-oleh khas kota tersebut namun jika kita bandingkan harganya dengan harga di warung kaki lima perbedaannya bisa lebih dari dua kali lipat.

Kalau dipikir-pikir bepergian menggunakan pesawat masih bisa dibilang merupakan transportasi orang kaya. Kebanyakan orang lebih memilih menggunakan bis atau kereta api karna harganya yang lebih murah meskipun waktu tempuhnya lebih panjang. Selain itu banyaknya berita kecelakaan pesawat juga membuat transportasi ini kurang begitu digemari orang awam.

Singkatnya, orang yang naik pesawat adalah orang yang punya uang untuk dihabiskan namun tak punya waktu untuk dibuang alias orang kaya. Begitulah kira-kira.

Kembali ke masalah harga. Jika orang yang menginjakkan kaki di bandara adalah orang kaya maka sudah jelas barang-barang yang dijual di bandara memiliki target pembeli yang tinggi dan karnanya wajar bila harganya naik. Coba aja bayangkan kalau sebotol air mineral dijual seharga 20 ribu di kaki lima, siapa yang mau beli?

Lagipula bandara itu bukan tempat yang bisa diakses seenaknya. Untuk memasukkan barang dalam jumlah besar perlu banyak proses pemeriksaan demi menjaga mutu barang tetap tinggi dan juga biaya sewa atau uang keamanan yang dikenakan pada pedagang membuat pedagang tak punya pilihan selain ikut menaikkan harga barang demi tetap bisa memperoleh keuntungan. Makanya jangan heran kalau sebotol air bisa laku 20 ribu.

Perbedaan lokasi dan perlakuan ini memang sangat mempengaruhi harga barang. Mari ambil air mineral botol sebagai contoh. Jika hanya dibiarkan begitu saja dan dipajang diatas rak maka harganya tidak akan jauh dari nominal tiga ribu rupiah namun jika dimasukkan ke lemari pendingin pedagang bisa saja menjualnya seharga lima ribu rupiah. Namun bagaimana jika air di dalam botol itu dituang ke gelas dan diberi es di dasar gelas lalu disajikan pada tamu di restoran mewah? Harganya bisa meloncat hingga sepuluh kali lipat.

Konsep perbedaan lokasi dan perlakuan ini memang sangat berpengaruh dalam menentukan harga, tak peduli apapun barangnya. Seorang anak yang tumbuh di lingkungan berada jelas dinilai lebih baik dibanding anak yang tumbuh di bawah jembatan. Daging sapi yang diolah menjadi rendang jelas lebih sedap dibanding daging yang cuma direbus saja.

Bandara, yang merupakan tempat berkumpulnya orang-orang kaya, adalah tempat yang elit untuk berdagang dan barang-barang dagangannya diperlakukan dengan penuh cinta sehingga harganya melambung begitu tinggi. (DnL)

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Tambahkan ke Koleksi

Tidak ada koleksi

Koleksi saya

id_IDIndonesian