‘Tuhan Aku Lapar’ Siapakah mereka ?

BATAM – Mural ‘Tuhan Aku Lapar’ yang viral di jagat maya pada akhir Juli 2021 lalu, membuka rentetan peristiwa penghapusan mural di kota-kota besar Indonesia. Menjamurnya mural dan grafiti penuh muatan kritikan merupakan suara para seniman untuk berekspresi di tengah pandemi.

Setelah mural ‘Tuhan Aku Lapar’ viral dan menjadi fenomenal, seniman pembuat karya tersebut kian bersuara untuk membeberkan segala fakta. Siapa sih seniman pembuat mural ‘Tuhan Aku Lapar’?

Pembuatnya adalah Halfway Street Connection atau disingkat HSC Forum. Di kutip dari instagram resmi mereka. Mereka adalah komunitas yang menjadi wadah untuk teman-teman seniman yang menggeluti dunia seni.

“Khususnya street art agar kami bisa saling berbagi ilmu, belajar bersama, dan berpendapat. HSC Forum ada sejak Juni 2017 di kabupaten Tangerang,” ungkap anggota HSC Forum, Ohaiyoh.

Setelah membuat karya, HSC Forum kerap mengunggah karya-karyanya di akun Instagram resminya @hsc_forum. Akun itu sudah memiliki sekitar 1.760 pengikut.

Menurut Ohaiyoh, penghapusan mural memang biasanya lumrah terjadi dilakukan oleh Satpol PP setempat.

“Tim oren juga sering menghapus karya yang ada di jalanan Ibu Kota, bedanya ini dilakukan Satpol PP dan aparat kepolisian saja,” katanya

Ohaiyoh pun menerangkan jika alasannya mural ‘Tuhan Aku Lapar’ berada di tembok yang tak berizin, menurut dia, itu adalah lokasi biasa tempat HSC Forum berkarya.

“Spot (lokasi) di sana sudah biasa kami pakai untuk acara gambar sama teman-teman HSC dan nggak ada masalah sama sekali sama pemilik lahan. Adalah sebuah hal yang lucu ketika aparat bilang bahwa kami melakukan vandalisme,” tuturnya.

“Padahal pemilik lahan (tembok) pun tidak masalah dan kami juga tidak melakukan pengrusakan apapun, tidak ada tembok yang rusak atau roboh,” tegas Ohaiyoh.

Setelah mural ‘Tuhan Aku Lapar’, Ohaiyoh mengatakan bersama teman-teman pegiat grafiti di Tangerang, mereka akan tetap berkarya di mana pun.

“Kami nggak akan berhenti,” katanya dengan penuh semangat.

Pegiat grafiti khas wayang itu juga melanjutkan, “Kami sebagai seniman tetap akan berkarya dengan cara kami mengikuti dan menanggapi keadaan lingkungan.”

Terbaru seperti terlihat di IG mereka tertulis postingan .

”Muralku dianggap tak bermoral, menghapus sana sini supaya terlihat gagah padahal payah.”
(mural ini umurnya tidak sampai 10 jam sudah menghilang)
#gejayanmemanggil
(DnL)

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Tambahkan ke Koleksi

Tidak ada koleksi

Koleksi saya

id_IDIndonesian