Menko Luhut Tinjau Proyek Investasi Percepatan Pengembangan Potensi Kemaritiman di Batam

Batam – WAJAHBATAM.ID | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut B. Pandjaitan mengunjungi proyek investasi di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (18/3) sekaligus menghadiri beberapa agenda antara lain meninjau area labuh jangkar di Perairan Kabil dan Batuampar, serta menghadiri peluncuran Batam Logistic Ecosystem (BLE), sekaligus melakukan penandatanganan untuk  pengolahan limbah minyak dan kegiatan usaha tank cleaning oleh PT Batam Slope and Sludge Treatment Centre (PT BSSTEC).

Tujuan kunjungan itu sendiri adalah untuk melihat secara langsung progres dari setiap proyek yang berkaitan dengan isu kemaritiman dan investasi di Batam.

“Potensi di sektor kemaritiman, khususnya di Batam, Kepulauan Riau ini besar sekali dan perlu kita dukung percepatannya. Kehadiran pemerintah, dalam hal ini, memang diperlukan dan Kepulauan Riau ini sudah jadi salah satu provinsi yang proyek di sektor kemaritimannya mau kita percepat,” kata Menko Luhut waktu sampai di Batam.

Menko Luhut jadir di Batam didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Kepala BP Batam Muhammad Rudi, jajaran TNI dan Polri, serta jajaran pemerintah daerah setempat.

Menko Luhut sewampai di Batam langsung meninjau area labuh jangkar yang terletak di Perairan Kabil dan Batuampar. Tinjauan tersebut dilakukan dengan seluruh jajaran menteri menggunakan helikopter.

“Kita akan menambahkan jasa labuh jangkar, khususnya didaerah yang telah kita kunjungi ini. Dan akan kita percepat agar kapal yang berlalu lalang diwilayah ini dapat memanfaatkan jasa labuh jangkar kita,” lanjut Menko Luhut.

Muhammad Rudi Dukung BLE Jadi Pilot Project Nasional

Dalam Peluncuran BLE, menteri Luhut mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan langkah awal untuk menyederhanakan  proses logistik di pelabuhan Indonesia, khususnya Batam, mempersingkat waktu layanan, dan akan  berlaku selama 24 jam per minggu.

“BLE ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak investasi masuk, sehingga akan memberikan dampak yang baik untuk pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan di Batam, secara khusus dan Provinsi Kepulauan Riau pada umumnya”, Menko Luhut menyampaikan dalam sambutannya secara langsung di Kantor Badan Pengusahaan Batam (BP Batam).

Dalam pertemuan itu Menkeu Sri Mulyani juga mengatakan “BLE ini juga kita jadikan percontohan untuk pelabuhan besar kita lainnya. Dengan sistem seperti ini tidak ada lagi yang namanya pungutan liar dan sistem bisnis yang menyulitkan”

Melanjutkan pembahasan ini Menko Luhut, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, juga menjelaskan bahwa dengan hadirnya BLE ini dapat mendukung kegiatan ekspor dan impor akan lebih baik lagi dan lebih menjadikan sistem yang ringkas dan aman, disamping dapat menurunkan biaya logistik nasional. Selain itu, sistem ini juga akan diduplikasi untuk berbagai pelabuhan di Indonesia agar tercipta sistem logistik nasional yang terintegrasi.

“Saya menginginkan bahwa penurunan biaya logistik nasional yang ditargetkan turun dari 23,5% menjadi sekitar 17% pada tahun 2024 sebagaimana tercantum dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 yang sesuai dengan RPJMN 2020-2024 dapat kita percepat capaiannya. Demikian juga dengan Inpres No. 5 tahun 2020  tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional dapat kita selesaikan sebelum tahun 2024,” ujar Menko Luhut.

Setelah peluncuran BLE, Menko Luhut melanjutkan kunjungannya untuk penandatanganan dan pengoperasian pengoperasian fasilitas limbah minyak B3 dan tank cleaning di PT BSSTEC yang

pada kunjungannya Menko Luhut mengamati berbagai fasilitas pengolahan limbah cair dan padat berupa Sludge Storage, Processing Pit, Power Generation System, Emergency Generator, Oil Storage, dengan kapasitas pengolahan limbah minyak sebesar 40 MT per hari.

“Ini merupakan bagian dari upaya kita untuk menjaga lingkungan kita dengan penyediaan layanan untuk mengolah limbah minyak dari kegiatan perkapalan dan pelabuhan sehingga dapat mengurangi potensi pembuangan limbah secara ilegal di laut,” sambut Menko Luhut dalam pidatonya di PT BSSTEC. “Saya berharap bahwa realisasi investasi PT BSSTEC bernilai sekitar 1.8 Trilyun dari rencana total investasi 7,2 trilyun ini bisa membawa angin segar bagi tumbuhnya perekonomian kita yang telah terdampak oleh pandemi Covid-19,” katanya.

Adanya pengoperasian dari PT BSSTEC juga mampu menampung tenaga kerja di sekitar Batam, sehingga memberikan dampak pada pengurangan pengangguran yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, serta mendatangkan devisa bagi negara.

Diakhir kunjungan di PT BSSTEC, Menko Luhut kembali berpesan kepada seluruh kementerian atau lembaga terkait lainnya untuk menjaga iklim berusaha di Kawasan Batam menjadi lebih kondusif dan mendorong lebih banyak lagi investasi dengan memberikan layanan terbaik bagi para investor. (Rilis Kemenko Marves)

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Tambahkan ke Koleksi

Tidak ada koleksi

Koleksi saya

id_IDIndonesian