Kepri Untuk Indonesia (KUI) Segera Terbentuk Untuk Peduli Bencana

WAJAHBATAM.ID – Batam | Pembentukan KUI bertujuan agar perhatian dan penanganan bencana alam dalam bentuk bantuan sosial, khususnya pada saat ini agar dapat dilakukan lebih cepat dan dapat membantu meringankan masyarakat Indonesia yang membutuhkan khususnya Batam dan Kepulauan Riau.

Pimpinan rapat, Iyas Karta mengatakan ”Dengan adanya KUI kita berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam kepedulian dan membantu masyarakat yang terdampak bencana baik dari segi pengumpulan dana maupun dalam penaganan langsung dari tim yang akan dilatih untuk kegiatan itu”.

https://www.facebook.com/1221020144635747/posts/4919842741420117/

Roni Koordinator Aksi Cepat Tanggap Kepri (ACT) yang hadir dalam pertemuan itu juga memberikan tanggapannya sesuai pengalaman yang dimilikinya bahwa “KUI juga akan membentuk tim penanggulangan disetiap kota dan kabupaten yang ada di Propinsi Kepri. KUI nantinya juga akan melibatkan LSM, Ormas, OKP, Mahasiswa, Buruh, Paguyuban, Tokoh-tokoh Agama dan Masyarakat hingga Instansi Pemerintah.

“KUI juga nantinya akan merangkul bantuan yang berasal dari lembaga asing dan lembaga non pemerintah sehingga lebih terkoordinasi, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan, sehingga apabila terjadi bencana, bantuan tidak semua dalam bentuk bantuan logistik saja, bahkan hingga bantuan dibidang perumahan , rumah ibadah sesuai dengan apa yang dibutuhkan”. Roni melanjutkan.

Kembali Iyas Karta menerangkan “Selain itu KUI juga berupaya melakukan pengurusan kepabeanan apabila ada bantuan dari luar negeri yang masuk ke Indonesia melalui KUI dengan berkoordinasi dengan pemerintah agar dapat lebih terkoordinasi sehingga bantuan tersebut dapat segera disalurkan”, ujar Iyas.

Iyas melanjutkan bahwa pertemuan awal ini akan dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya dengan mengundang seluruh komponen yang diharapkan secara bersama-sama dapat memberikan dukungan dan saling membahu untuk tujuan mulia ini.

Pada kesempatan itu, Suharsad sebagai Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (DPC SPRI Batam) menjabarkan bahwa dalam UU No 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, tidak hanya mengatur penanganan disaat terjadinya bencana saja, tetapi juga dapat dilakukan sebelum dan sesudah terjadinya bencana. Maksud dengan bencana juga tidak hanya terbatas pada bencana alam saja tetapi juga bencana karena teknologi maupun bencana sosial seperti kerusuhan dan peperangan. UU Penanggulangan Bencana juga mengatur sanksi dari orang-orang yang mencoba mengambil keuntungan dari terjadinya bencana, misalnya menimbun bantuan dan tidak menyalurkannya serta melakukan intrik-intrik tertentu untuk kepentingan khusus. ***

Komentar

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

DPD Riau SPRI Gelar Seminar Sehari, Angkat Tema Menghapus Monopoli Belanja Iklan Ratusan Triliyun

“Soghosah Waterfall” Pua Data Menuju Destinasi Kepariwisataan