Direktur PT Moya Sutedi Raharjo Akui Ada Sekitar 303 Pelanggan Yang Mengalami Lonjakan Kenaikan Tarif Air

WAJAHBATAM.ID | Gonjang ganjing tentang “tagihan air” yang ramai dibicarakan masyarakat batam dan saat ini viral di media sosial ditanggapi langsung dengan memaparkan data oleh Direktur PT Moya Indonesia Sutedi Rahardjo.

Ribuan celotehan dan keluhan pelanggan dari berlipatnya tagihan air diawal tahun 2021 sempat mengarahkan tudingan negatif. PT Moya Indonesia Wilayah Batam mengatakan bahwa sedikitnya sekitar 303 pelanggan yang mengalami lonjakan pemakaian air.

“Dari data yang kami telusuri dan catat pada rekening bulan Januari adalah pemakaian bulan Desember 2020 yang berjumlah sekitar 303 pelanggan yang pembayarannya berlipat dari 282.804 pelanggan yang tercatat dalam pengelolaan kami sampai akhir Desember 2020” ungkap Sutedi dalam saat gelar Konferensi Pers di Gedung Marketing Center BP Batam, Kamis (7/1/2021).

Dalam konfrensinpers tersebut Sutedi Rahardjo didampingi oleh Kepala BMKG Hang Nadim Batam I Wayan Mustika, Direktur Restrukturisasi BP Batam Arham S. Torik, dan Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar.

“Intinya kami meyakini bahwa dari meter atau dari pelanggan yang 303 ini pencatatannya sesuai dengan angka meter, Dan harapan Kita, para pelanggan ini hendaknya dapat melakukan pengecekan langsung dan jika tagihannya membengkak tinggal memastikan bahwa stand dan meternya harus sama, contoh pada stand maka 1500 pastikan bahwa di meternya juga sama,” papar Sutedi.

Menyikapi permasalahan ini, PT Moya Indonesia tetap memberikan solusi terbaik bagi masyarakat Kota Batam, yaitu dengan melakukan transaksi pembayaran dengan cara dicicil, tentunya dengan persetujuan dari Badan Pengusahaan (BP) Batam, “Solusi memberikan pembayaran dengan cara dicicil tentu atas persetujuan dari BP Batam,” ujar Sutedi.

Sutedi memperjelas bahwa PT Moya Indonesia mulai melakukan pengelolaan SPAM tanggal 15 November hingga Desember 2020 lalu. Dari data yang ada, seluruh pemakaian air oleh pelanggan telah terverifikasi sesuai dengan angka meter yang ada di meter air milik pelanggan.

“Angka meter itu semua kita masukkan di catatan yang memang dikonsumsi oleh pelanggan. Dari data itu, sebanyak 303 yang kami verifikasi memang terjadi jumlah pemakaian yang melonjak yaitu sekitar 0,1%,” pungkasnya.**

Leave your vote

Comments

0 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Log In

Forgot password?

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Tambahkan ke Koleksi

Tidak ada koleksi

Koleksi saya

id_IDIndonesian