Ini Hasil Poling Cawako Batam & Cagub Kepri Versi Sosmed WB

WAJAHBATAM.ID | Jajak pendapat yang dipostingkan di WAJAH BATAM, Grup sosial media Facebook terbesar di Kota Batam menempatkan perolehan suara tertinggi untuk Rudi-Amsakar sebagai Walikota Batam dan Isdiyanto-Suryani sebagai Gubernur Kepri periode 2020-2024 ini.

Hal ini terlihat dari 2.159 peserta untuk Poling Walikota Batam memberikan pilihannya 1.500 suara untuk pasangan Rudi-Amsakar, dan 659 suara untuk pasangan Lukita-Basyid. Poling ini dimulai dari tanggal 25 November 2020 s/d dihitung hingga 3 Desember 2020 (pukul 16.11 WIB)

Poling Gubernur Kepri di Wajah Batam Group https://www.facebook.com/groups/wajahbatam/permalink/4036319753054290/

Sementara itu dari 10.437 peserta untuk poling Gubernur Kepri memberikan pilihannya sebanyak 6.828 suara untuk pasangan Isdianto-Suryani, 2.223 suara untuk pasangan Suryo-Iman dan 1.386 suara untuk pasangan untuk Ansar-Marlin. Poling ini dimulai dari tanggal 29 November 2020 s/d dihitung hingga 3 Desember 2020 (pukul 16.10 WIB)

Poling Calon Walikota di Wajah Batam Group https://www.facebook.com/groups/wajahbatam/permalink/3845177402168527/

Jajak pendapat ini dilaksanakan dengan metode oneman onevote yang dikunjungi oleh 147.238 akun/viewers untuk Poling Cawako dan sekitar 286.685 akun/viewers untuk poling Cagub Kepri dengan rata-rata sekitar 1.088 interaksi netizen yang dihitung hingga tulisan ini diterbitkan.

Apakah Poling Sosmed Bisa diperhitungkan ?

Suharsad sebagai penyelenggara poling di Grup Sosial Media Wajah Batam yang dipimpinnya mengatakan bahwa “untuk sosmed belum ada metode yang pasti karena tidak ada vitur khusus untuk itu, tapi biasanya tingkat kesalahan (margin eror dan metode sampling) yang terselenggara di WB memiliki selisih sekitar 4% saja, yang mana sekitar 0,5% yang bukan pemilih di Batam, 2% adalah para buzzer dan 1,5% dari suara mengambang (double akun). Tapi menurut pengalaman beberapakali Pilprea dan pilkada, poling di WB dapat diandalkan sebagai acuan siapa yang akan memenangkan pemilihan nanti”.

Menurut Anda apa beda antara perbandingan hasil survey di Sosmed dengan Lembaga Survey Resmi?

Lembaga Survey resmi diselenggarakan dengan metode akademis dan survey dilakukan dengan sistem tatap muka langsung (real) dengan memberikan pertanyaan yang spesifik kepada audiens, sementara melalui Sosmed hanya dilakukan melalui Online dan audiens selalu dapat merubah pilihannya kapan saja, serta di sosmed setiap akun belum dapat diuji kepastian dan keberadaan orangnya, seperti adanya akun bodong/fake, akun ganda dan akun buzzer yang bisa saja 1 orang memiliki lebih dari 5 akun.

Apa kelebihan Sosmed yang Anda rasakan ?

Kelebihan di sosmed adalah setiap akun sudah pasti ada manusianya dan selalu memberikan suara murni tanpa ada “intrik politik” apapun atau yang dipengaruhi oleh tim yang “mendatanginya”, kecuali seperti yang kita bahas diatas“, demikian Suharsad menjelaskan kepada Kru WB nya saat berbincang di Studio 1 Wajah Batam, Batam Centre.

Saran Anda dalam Pilkada tanggal 9/12/2020 ini?

“Sangat besar harapan kita kepada masyarakat supaya dapat memilih calon pemimpin yang benar-benar pro pada rakyat, adil dan bijak dalam memimpin daerahnya disegala lini bernegara, dan juga memilih pemimpin adalah sebagai ujud pertanggungjawaban kita sebagai manusia kepada Allah SWT yang akan kita pertanggungjawabkan kelak setelah kematian”, tutup Suharsad dalam perbincangan itu.

Dikatakan bahwa perhitungan yang dijabarkan diatas adalah perhitungan versi Sosial Media WAJAH BATAM saja, tanpa merangkum keseluruhan sosmed yang ada.

*Ay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Terjawab, Ijazah Rudi Teregistrasi di Pangkalan Data Dikti

Great Wall Group Holding Co., Ltd., dan China State Construction Engineering Corporation Ltd., Jalin Kerjasama dengan BP Batam