Penurunan Cakupan Imunisasi dan Vaksin Anak & Dewasa Selama Pandemi

Jakarta – WAJAHBATAM.ID -|Imunisasi merupakan bentuk penyakit penyakit menular yang paling efektif dan efisien di seluruh dunia .Dengan memasukkan ke dalam tubuh imunisasi tentunya dapat memicu pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Oleh karena itu imunisasi perlu diberikan secara rutin kepada anak-anak dan orang dewasa tentunya juga harus sesuai dengan anjuran dokter dan pemerintah supaya kita mendapat perlindungan dari berbagai penyakit menular tertentu.

Tapi dengan adanya Pandemi Covid- 19 ini sepertinya telah memberikan dampak penurunan signifikan terhadap cakupan imunisasi di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga melaporkan setidaknya setidaknya 83,9% pelayanan kesehatan terkait imunisasi anak di Indonesia terhenti karena pandemi.

Kementerian Kesehatan sudah melakukan upaya untuk memastikan pelayanan kesehatan untuk imunisasi dilaksanakan secara aman, maka perlu masyarakat segera melengkapi imunisasi yang tertunda agar tidak terjadi wabah baru didalam wabah, Jadi jangan sampai kita terdampak karena kita tidak melengkapi imunisasi anak-anak dan orang dewasa.

Salah satu penyakit menular yang banyak menyerang perempuan di Indonesia adalah kangker serviks yang disebabkan oleh infeksi human papilloma virus atau HPV.

Berdasarkan data tahun 2018 di Indonesia terdapat dua perempuan meninggal setiap jam disebabkan oleh kanker serviks dengan 88 kasus baru penderita paling banyak adalah perempuan, yang pasti Dalam usia produktif antara 36 sampai dengan 55 tahun artinya lebih dari 18000 perempuan di Indonesia setiap tahunnya itu harus meninggalkan keluarga.

Angka ini meningkat dari tahun 2012 yang menyatakan 26 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya karena kangker serviks.

WHO sudah merekomendasikan imunisasi HPV sebagai pencegahan utama terhadap kangker serviks. Supaya Perempuan Indonesia melengkapi imunisasi HPV untuk pencegahan.

Menurut dr. Cindy Rani Wirasti, Sp.OG, “Kangker serviks di sebabkan oleh Virus di sebut Human Papilloma Virus bisa berasal dari mana saja atau virus umum. Biasanya penyakit ini bisa di dapat karena ada kontak dengan virus Human Papilloma virus tersebut misalnya bisa dengan kontak sexsual atau kontak non seksual. Kontak sexsual adalah dari pasangan atau yang sering berganti-ganti pasangan. Dapat juga melalui kontak non sexsual yang penularannya bisa terjadi secara umum melalui pemakaian WC Umum yang terkontak dengan kelamin”.

Pencegahan dari kangker serviks ini sendiri diantaranya adalah menjaga kebersihan, pola hidup sehat, dan yang paling penting adalah dengan memperkuat anti body dengan melakukan vaksinasi HPV sebelum terserang virus.

Jika kita sudah mendapatkan gejala, sebaiknya lakukan antisipasi secepatnya dengan penditeksian dini dengan papsmear agar terhindar dari kangker. Hal itu sangat dianjurkan kepada wanita untuk melakukan vaksin HPV agar terhindar dari penyakit.
Demikian di sampaikan dalam kanal youtube Kementrian Kesehatan RI, Sabtu (21/11/2020)

Dalam kondisi pandemi saat ini, program imunisasi mengalami penurunan. Cakupan Imunisasi turun mencapai 61,4 %, namun Kementrian Kesehatan RI tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap melakukan imunisasi dan vakain kepada anak-anak atau orang dewasa, tentunya tetap dengan melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu disetiap layanan kesehatan apapun juga diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang standart dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

*Ay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Persiapan yang Sangat Singkat, MOYA Indonesia Optimis Operasionalkan SPAM Batam dengan Baik

Dari Hobi Menjadi Penghasilan