Batam Harus Jaga Kelestarian Hutan Lindung Sebagai Daerah Resapan Air

Batam – WAJAHBATAM.ID | Rehabilitasi hutan sering kali kita dengar. Sejak tahun 1976 hingga sekarang kegiatan rehabilitasi hutan telah dilaksanakan oleh pemerintah secara massal pada pemerintahan Orde Baru, sejak terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Reboisasi dan Penghijauan lalu dilanjutkan pada era reformasi dengan program Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

Kota Batam saat mulai berkembangnya menjadi sebuah kota menimbulkan banyaknya pengrusakan hutan, dimana dapat terlihat kondisi hutannya yang sudah cukup parah pada
sejumlah titik hutan dan lahan yang disinyalir telah dirusak dan diperjualbelikan secara ilegal,
mulai dari penebangan liar, jual beli kavling, perkebunan, properti, tambang liar, hingga pencaplokan hutan pada area tangkapan air. Hal ini sangat mempengaruhi akan cadangan air baku yang di persiapkan untuk kebutuhan masyarakat Batam.

Batam dapat dikategorikan pada hutan dan lahan yang hampir dikatakan kritis. Oleh karnanya Rehabilitasi hutan dan lahan adalah merupakan prioritas utama yang harus dilakukan, terutama di sepanjang waduk atau dam yang ada di kota Batam agar fungsi tata air serta pencegahan terhadap banjir dan kekeringan dapat dipertahankan secara maksimal.

Demikian juga terhadap Rehabilitasi hutan bakau dan hutan rawa, perlu mendapat perhatian yang sama sebagaimana pada hutan lainnya karena kondisi Batam merupakan daerah yang banyak terdapat hutan bakau dan hutan rawa.

Rehabilitasi Hutan dan Lahan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan :

1.Rehabilitasi Hutan
Pelaksanaannya lebih diprioritaskan pada kegiatan penanaman/reboisasi pada lahan sangat kritis dan kritis. Yang dimaksud dengan reboisasi adalah upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan.
Kegiatan reboisasi ini diprioritaskan pada kawasan konservasi dan hutan lindung.

Reboisasi di dalam kawasan hutan lindung ditujukan untuk memulihkan fungsi pokok sebagai perlindungan system penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir,  mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah.
Reboisasi di dalam kawasan hutan konservasi ditujukan untuk pembinaan habitat dan peningkatan keanekaragaman hayati.

2.Rehabilitasi lahan
Pelaksanaannya lebih diprioritaskan pada kegiatan penanaman pohon/penghijauan pada lahan sangat kritis dan kritis di luar kawasan hutan, serta pembuatan bangunan konservasi tanah.

Penghijauan adalah upaya pemulihan lahan kritis di luar kawasan hutan untuk mengembalikan fungsi lahan

3.Rehabilitasi Mangrove, rawa dan gambut.

Hutan mangrove adalah komunitas vegetasi pantai tropis yang khas, tumbuh dan berkembang pada daerah pasang surut, terutama di laguna, muara sungai dan pantai yang terlindung dengan subtrat lumpur atau lumpur berpasir.

4.Teknik konservasi Tanah

Teknologi konservasi tanah diterapkan melalui bangunan konservasi tanah yang dalam pelaksanaannya diarahkan untuk menerapkan teknologi yang ramah lingkungan dan dapat diterima masyarakat, menggunakan bahan baku alami, terdapat di lokasi serta tidak menimbulkan dampak negatif  terhadap lingkungan.

Bangunan Konservasi tanah dimaksud adalah:
Bangunan Dam pengendali / Dam penahan.
Bangunan pengendali jurang.
Bangunan sumur resapan.
Bangunan embung air.

Reklamasi hutan
Pelaksanaan reklamasi meliputi jenis kegiatan :

Teknik sipil, meliputi pengisian kembali lubang bekas tambang, pengaturan bentuk lahan, pengelolaan tanah pucuk, pembuatan teras, saluran pembuangan air (SPA), bangunan pengendali jurang, pembuatan check dam, dan/atau penangkap oli bekas.

Teknik vegetasi, meliputi pola tanam, tahapan penanaman, system penanaman, jenis tanaman yang disesuaikan kondisi setempat, dan tanaman penutup.

Biaya pelaksanaan reklamasi hutan dibebankan kepada pemegang izin penggunaan kawasan hutan.

Batas akhir penyelesaian reklamasi hutan paling lambat 1 (satu) tahun sebelum berakhirnya jangka waktu izin penggunaan kawasan hutan.
(bpdaskepri.wordpress.com)

*Ay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Rencana Pengembangan KEK Hang Nadim Batam Pikat Hati Investor Asing

BP Batam Paparkan Perkembangan dan Rencana Pembangunan Batam dalam Webinar Bakohumas