Keramba Dapat Ancam Persediaan Air Bersih di Batam

Batam – WAJAHBATAM.ID – | Batam yang hanya memiliki enam waduk sebagai sumber air baku didesign dengan fungsi tunggal (single purpose) yang hanya dipersiapkan untuk kebutuhan hidup masyarakat dan indistri lainnya.

Waduk-waduk yang ada di Kota Batam dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP Batam) dan instansi ini secara konsisten dan terus menerus melakukan upaya maksimal untuk menjadikan air baku menjadi kebutuhan yang memiliki kualitas, kualitas dan kontinuitas yang baik.

Salah satu upaya peleatarian itu yaitu dengan mengantisipasi kegiatan-kegiatan masyarakat nelayan dalam menjadikan waduk sebagai tempat memasang keramba ikan yang dapat mencemarkan waduk.

Keramba  adalah keranjang atau kotak dari bilah bambu untuk membudidayakan ikan atau dengan kata lain keramba adalah tempat budi daya ikan di buat dalam bentuk kandang baik dari bambu atau kayu yang di letakkan di badan sungai atau waduk.

Pemeliharaan ikan dengan keramba di waduk memiliki permasalahan di antaranya rentan terhadap pencemaran waduk dan sampah yang berada di waduk.

Selain itu bahan organik dan nutrien yang berasal dari luar dan dari kegiatan budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) akan mempengaruhi ketersediaan oksigen dan daya dukung perairan.

Daya dukung perairan yaitu kemampuan perairan dalam menerima, mengencerkan dan mengasimilasi beban tanpa menyebabkan perubahan kualitas air atau pencemaran.

Cadangan oksigen di perairan danau/waduk sangat terbatas. Apabila beban melampaui ketersediaan cadangan oksigen, akan terjadi deplesi, lalu defisit dan menyebabkan pencemaran. Pada akhirnya pemberian pakan ikan yang berlebihan pada budidaya ikan sistem KJA menjadi penyebab utama.

Menurunnya fungsi ekosistem waduk yang berakhir pada terjadinya pencemaran, mulai dari eutrofikasi yang menyebabkan ledakan (blooming) fitoplankton dan gulma air seperti enceng gondok (Eichornia crassipes), upwelling dan lain-lain yang yang dapat mengakibatkan kematian pada organisme perairan (terutama ikan-ikan budidaya) serta diakhiri dengan makin menebalnya lapisan anaerobik di badan air danau.

Kabid Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana ketika dijumpai dikantornya (8/10) mengatakan bahwa, “Waduk yang ada di Kota Batam harus steril dan bersih dari pakan ikan dimana kotorannya dapat mencemari air waduk, begitu juga aktifitas manusianya yang mengotori Dam atau waduk yang dapat mencemari
penyediaan air baku disamping juga akan meningkatkan biaya produksi”.

Banyaknya pemasangan keramba dalam waduk-waduk air minum di Kota Batam ini mempunyai dampak negatif yang cukup tinggi mengingat bahwa fungsi waduk di Batam satu-satunya adalah untuk penyedian air baku yang akan diolah menjadi air minum untuk masyarakat Batam.

Adanya BP Batam yang hadir melanjutkan misi Badan Otorita Batam (OB) yang selalu hadir dalam memikirkan hal itu perlu didukung masyarakat untuk menghentikan semua kegiatan pembuatan keramba di waduk – waduk Batam untuk kelangsungan hidup masyarakat dan generasi selanjutnya di masa mendatang.
” Stop…Pembuatan Keramba ikan di Waduk- waduk Kota Batam”, demikian Iyus Rusmana menegaskan kepada Media Wajah Batam.

*Ay

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Sand Trap Trash Rack (STTR) Pengendali Air Bermuatan Sampah Menuju Waduk

BP Batam Gelar FGD Fasilitasi Operasional Industri di Kawasan Perdagangan Bebas Batam